Survei Sosial Ekonomi Desa Penyanding Hutan Kabupaten Jembrana Periode Juli – Oktober 2025

Sebagai tindak lanjut lokakarya persetujuan survei sosial ekonomi dan keanekaragaman hayati pada 13 Juli 2025 di Hotel Jimbarwana, Yayasan SASHI dengan dukungan Rainforest Trust, telah melaksanakan survei sosial ekonomi di 12 desa penyanding hutan Kabupaten Jembrana pada periode 29 Juli – 22 Oktober 2025. Adapun desa yang telah disurvei meliputi : Yehembang Kauh, Pulukan, Yehembang Kangin, Medewi, Yeh Sumbul, Yehembang, Kelurahan Tegalcangkring, Batuagung, Penyaringan, Pohsanten, Mendoyo Dauh Tukad, dan Pergung.

Survei sosial ekonomi mencakup pendataan dasar kondisi sosial ekonomi masyarakat penyanding hutan, yang dihimpun melalui kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan pemetaan partisipatif (Participatory Rural Appraisal). Untuk memperoleh data yang komprehensif, survei melalui kuisioner melibatkan masyarakat penyanding hutan sebagai responden, dimana jumlah responden ditentukan melalui metode slovin dengan mempertimbangkan jumlah penduduk di masing – masing desa. Pemetaan partisipatif, melibatkan informan kunci yang terdiri dari kepala desa dan kepala dusun atau perangkatnya, pemimpin atau pengurus desa adat, anggota kelompok perhutanan sosial, dan ketua atau pengurus subak sawah maupun subak abian, yang juga merupakan bagian dari masyarakat penyanding hutan.

Tujuan dari pemetaan partisipatif ini adalah untuk menghimpun data  mengenai sebaran spesies langka, tata guna lahan, regulasi lokal, struktur kelembagaan, situs adat, serta area strategis bagi penghidupan masyarakat. Kemudian melalui FGD bersama masyarakat penyanding hutan, diperoleh data spesifik mengenai flora dan fauna dilindungi, diagram venn antar lembaga dan masyarakat, serta lokasi – lokasi yang memiliki nilai penting secara adat, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat penyanding hutan.

Hasil utama dari kegiatan survei adalah sebagai berikut : (1) kuesioner rumah tangga, kepala desa, dan kepala adat yang telah diisi ; (2) data mengenai kondisi sosial, ekonomi, pemanfaatan lahan, sumber daya, struktur kelembagaan, subak, serta informasi penting tentang keberadaan spesies terlindungi ; (3) daftar flora dan fauna dilindungi yang ditemukan masyarakat ; (4) data shp titik penting, garis penting, dan landcover dari setiap desa ; (5) layout hasil survei sosial ekonomi dan PRA dari setiap desa.

Hasil survei ini menjadi dasar penting untuk memahami bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat penyanding hutan. Kedepannya survei sosial ekonomi akan terus berlanjut di 15 desa penyanding hutan lainnya, sehingga total 27 desa penyanding hutan yang menjadi fokus survei dapat terdata dengan baik.