Sebagai lanjutan survei sosial ekonomi yang dilaksanakan pada 29 Juli – 22 Oktober 2025 di 12 desa penyanding hutan Kabupaten Jembrana, Yayasan SASHI dengan dukungan Rainforest Trust kembali melaksanakan survei di Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Berangbang, dan Kelurahan Pendem pada 8 – 15 Desember 2025. Pelaksanaan survei pada ketiga wilayah ini tetap berpedoman pada metode, tujuan, dan jenis data yang sama seperti survei sebelumnya, yakni dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta pemetaan partisipatif (Participatory Rural Appraisal). Kemudian, pengumpulan data melibatkan masyarakat penyanding hutan sebagai responden, serta didukung oleh informan kunci yang terdiri dari perangkat desa, desa adat, kelompok perhutanan sosial, dan subak, dengan jumlah responden mengacu pada metode Slovin.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun data kondisi sosial ekonomi masyarakat, pemanfaatan lahan, struktur kelembagaan, mengidentifikasi sebaran spesies yang dilindungi, regulasi lokal, situs adat, dan area penting bagi penghidupan masyarakat. Melalui FGD, diperoleh informasi mengenai flora dan fauna dilindungi, hubungan antar lembaga, serta lokasi yang memiliki nilai penting secara adat, budaya, dan ekonomi. Sedangkan, hasil utama survei meliputi (1) kuesioner rumah tangga, kepala desa, dan kepala adat ; (2) data mengenai kondisi sosial, ekonomi, pemanfaatan lahan, sumber daya, struktur kelembagaan, subak, serta informasi penting tentang keberadaan spesies terlindungi ; (3) daftar flora dan fauna dilindungi yang ditemukan masyarakat ; (4) data shp titik penting, garis penting, dan landcover dari setiap desa ; (5) layout hasil survei sosial ekonomi dan PRA dari setiap desa. Kedepannya, survei sosial ekonomi akan terus berlanjut di sembilan desa penyanding hutan Kabupaten Jembrana.





