Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan kawasan hutan di Bali Barat, Yayasan SASHI dengan dukungan Rainforest Trust telah melaksanakan survei keanekaragaman hayati pertama di kawasan hutan Kelurahan Tegalcangkring pada tanggal 5 – 15 Februari 2026. Survei keanekaragaman hayati dilaksanakan dengan mengumpulkan data vegetasi dan fauna pada plot pengamatan. Data yang dihimpun mencakup serasah, semai, pancang, tiang, pohon, serta fauna yang terdapat di lokasi survei. Hasil pengumpulan data ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi ekosistem serta potensi keanekaragaman hayati di kawasan hutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Yayasan SASHI juga memfasilitasi kegiatan pemetaan batas wilayah Perhutanan Sosial (PS) di Kelurahan Tegalcangkring, Desa Berangbang, dan Desa Pulukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pengelolaan PS di kawasan Bali Barat, khususnya bagi lima kelompok PS yang mengajukan inisiatif penyesuaian batas wilayah kelola, yaitu Kelurahan Tegalcangkring, Desa Berangbang, Desa Pulukan, Desa Tukadaya, dan Desa Penyaringan. Dalam pelaksanaannya, Desa Penyaringan telah memiliki peta batas wilayah terbaru, sehingga fasilitasi selanjutnya akan difokuskan pada Desa Tukadaya.
Pemetaan batas wilayah PS ini bertujuan memperjelas dan memperbarui batas kelola sebagai dasar perencanaan pengelolaan PS, sekaligus mendukung pengelolaan kawasan yang lebih tertata sesuai kondisi lapangan. Oleh karena itu, integrasi antara data keanekaragaman hayati dan pemetaan batas wilayah PS menjadi langkah penting dalam memastikan pengelolaan kawasan hutan, yang mempertimbangkan aspek ekologis sekaligus administratif. Dalam waktu dekat, kegiatan survei keanekaragaman hayati akan dilaksanakan di 23 desa penyanding hutan Kabupaten Jembrana, kemudian fasilitasi pemetaan batas wilayah PS akan dilanjutkan di Desa Tukadaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan berikutnya.





